Selasa, 14 April 2020

Jika belum bisa hari ini, coba lagi besok.

Jika belum bisa menerima hadirku, gapapa. Coba untuk bertahap menerimaku. Coba untuk bertahap mencintaiku. Walau tak semudah membalikan telapak tangan. Terpeting sudah untuk mencoba. Jika belum ada hasil juga, gapapa. Nanti coba lagi.
Karena perasaan muncul bisa dari mana saja dan waktunya pun tak terduga. Bisa hari ini, lusa atau tahun depan. Terpenting aku masih disini, tidak kemana-mana. Kecuali kamu memintaku untuk pergi, saat itu juga aku akan pergi.

Senin, 23 Maret 2020

Memulai (lagi)

Dengan senang hati aku buka pintu hati untukmu. Yang aku harap kamu sungguh untuk menjalin kisah ini. Walau kamu baru mengenalku, yang sebenarnya kita sudah mengenal sejak dulu. Aku harap kamu tidak pergi tanpa pamit.

Selasa, 04 Februari 2020

SEBUAH JAWABAN

Tak ada yang perlu disesali untuk sebuah jawaban yang sudah ditunggu begitu lama. Toh yang dia lakukan sebenarnya baik untuk diriku juga. Dia meminta ku untuk membuka hati untuk orang lain dan kasih kesempatan lain untuk bisa menerima aku.

Selasa, 19 November 2019

Jeda

Kita butuh jeda. Merasa sesak didada, melihatmu tak sepenuh hati.
Aku ingin kamu sepenuh hati dengan pekerjaanmu.
Jadi kamu tak usah repot-repot untuk mempedulikanku.
Tenang disini aku tak dekat dengan siapa-siapa.
Tak ada pria yang mendekatiku.
Aku juga ingin jeda dengan hubungan ini, karena tak ada pengaruh untuk sepuluh bulan ini.
Lebih baik aku menghindar sejenak darimu.
Tak usah khawatir, jangan pedulikan aku dulu. Jika sudah membaik datang saja lagi.
Karena, aku masih disini, tak kemana-mana.

Sembunyi dulu

Jika hadirku membuat beban hidupmu, aku bisa menghilang dulu.
Supaya kamu bisa tenang tanpa memikirkanku.
Jika hadirku sebagai penghambat pekerjaanmu, tak apa.
Aku akan sembunyi dulu, jauh darimu.
Jika merasa tenang tak ada kabar dariku.
Pertanda bahwa kamu sudah baik-baik saja tanpa adanya aku.

Selasa, 15 Oktober 2019

Tak Sengaja Terbaca

Tak sengaja aku membaca pesanmu (lagi). Pesan dari tahun 2013. Benar, saat pertama kali aku mengirim pesan untuk mu melalui media sosial facebook. Membaca pesanmu seperti nostalgia semasa aku baru lulus SMP dan kamu baru saja lulus SMA.

Aku tertawa kecil sambil membaca kalimat-perkalimat. Dulu kamu masih mengganggapku. Namun sekarang berbeda. Apa karena umur kita berbeda tiga tahun atau faktor lingkunganmu yang tidak selevel dengan ku (?)

Ada rasa nyeri didada mengingat sekarang, aku dan kamu sudah berbeda keadaan. Aku yang masih merindumu, sedangkan kamu tidak. Setiap aku menanyakan kabarmu. Kamu hanya sekali menanyakan, yaitu menanyakan kabarku. Setelah itu tidak ada lagi.

Selasa, 03 September 2019


Baik dan buruk mu aku coba untuk terima. Kesabaranmu memahami egoku yang tak stabil. Terima kasih sudah mau menjaga ku dan menegurku jika ada yang tidak baik untuk ku. Jika saat itu aku tidak balas whatsapp mu, mungkin sekarang kita tidak akan pernah kenal lagi.