Rabu, 24 Februari 2016

Tetap Menjadi Kamu Yang Aku Kenal Dulu ,Sampai Kapan pun

Sebut saja namanya putro sarwandi. Biasa aku memanggilnya putro. Awal mula aku mengenalnya tanpa kesengajaan. Aku malah tak menyangka kalau aku bisa kenal dengan dia. Dia sosok lelaki pekerja keras. Aku tau, yang dia kerjakan itu karena ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Aku sangat bangga kepada dia, karena selain bekerja putro juga menyempatkan untuk menuntut ilmu. Putro merupakan salah satu mahasiswa di Universitas Swasta di Jakarta. Putro mengambil jurursan Teknik Sipil. Jurusan yang dia ambil mungkin cukup rumit untuk dia. Tetapi dengan tekat dan semangat dia untuk membanggakan kedua orangtuanya, dia bersunggung-sungguh untuk meraih cita-citanya.

Dengan kerja kerasnya dia, membuat aku terkagum kepada putro. Awal mulanya sih hanya mengagumi saja. Tetapi makin kesini rasa kagum itu mengubah menjadi rasa sayang yang muncul terhadapnya. Memang dia sosok pria yang cuek. Apalagi terhadap wanita. Putro hanya lebih fokus terhadap karir kerjanya dan pendidikan nya. Ya aku maklumin itu, dia juga pernah berpesan kepada ku bahwa aku harus fokus terhadap kuliah yang baru saja aku jalanin. Kataku " Tentu aku akan fokus terhadap kuliah ku, sampai wisuda.kamu harus datang ke wisuda ku ya." lalu putro hanya tersenyum saja dan menjawab perkataan ku yang terakhir " Tentu aku akan datang ke tempat wisuda mu ca."
Sejenak aku sempat senang karena dia sudah bilang seperti itu. Kata-kata itu membuat aku makin semangat kuliah agar aku cepat lulus, dan mendapatkan gelar S1 Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia. Aamiin .

Putro adalah pria yang selalu menjadi penyemangat dalam hidup aku. Setelah Tuhan ku dan kedua Orangtua aku . Dia yang membuat hari-hari ku menjadi lebih berwana. Tetapi tak selalu yang berwana juga indah, namanya juga hidup pasti warna itu ada yang hitam ataupun putih. Seperti hal nya putro sarwandi yang kadang sikapnya ga mesti care. Dia juga pernah tak peduli terhadapku. Mungkin sedang ada masalah, aku maklumin sikap yang aku ga sukanya dia seperti itu. Aku harap sih dia sedikit berubah dengan sikap yang seharusnya mengerti keadaan.bagaimana harus  menghargain orang yang setia menunggu kabar, walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya .


Rabu, 27 Januari 2016

Penyakit maag yang sering dialami oleh anak indekos

Pasti setiap anak indekos parnah mengalami penyakit maag. Awalnya karena tidak terkontrolnya jam makan yang tidak teratur membuat lambung kosong, dan asam lambung menjadi naik. Maka ini salah satu penyebab awal mula penyakit maag. Makanan yang dimakan juga mengandung asam, dan pedas. Serta suhu yang dingin juga dapat membuat asam lambung menjadi naik (bagi yang sudah mengalami maag).

Perlu di ingatkan lagi bahwa penyakit maag terjadi karena beberapa kondisi kesehatan yang tidak baik. Yang sering sekali terjadi dan kerap ditemui adalah peradangan pada lambung muncul akibat dari bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri yang juga dikenal sebagai baketri yang bisa memicu borok pada lambung. Penyakit maag yang disebabkan oleh bakteri disebut sebagai maag kronis. Perlu diketahui, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori bisa sangat membahayakan. Pengobatan penyakit maag kronis tidak bisa dianggap sepele sama sekali karena dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung.
Selain penyakit maag kronis, penyakit maag akut juga merupakan penyakit yang paling banyak di dapati. Penyebab penyakit maag akut terjadi kerena disebabkan oleh faktor stress, pemakaian zat-zat kimia tertentu, konsumsi minuman keras, serta kebiasaan menyantap makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam. Ketika seseorang mengalami stres, akan muncul perangsangan saraf simpatis NV atau nervus vagus, yang serta akan meningkatkan produksi asam klorida (HCI) di dalam lambung. Naiknya produksi asam klorida di dalam lubang akan menyebabkan rasa mual, muntah-muntah dan juga anoreksia. Namun, penyakit maag akut bisa diobati dengan cara merubah gaya hidup sehat dan menjadi lebih baik.

Selasa, 19 Januari 2016

Penyakit Vertigo dan Cara Mengatasinya

Penyakit ini mungkin masih banyak yang belum tau penyebabnya kenapa,dan cara mengatasinya bagaimana? Sama halnya dengan saya. Dulu saat pertama kali saya merasakan vertigo ini,saya kira ada gempa bumi padahal yang sebenarnya tidak ada. Setelah itu saya konsultasi ke dokter bahwa saya mempunyai vertigo. Dari situ saya langsung mencari apa itu penyakit vertigo, kenapa saya bisa mengalaminya? Kali ini saya akan membagi informasi tentang "Apa itu penyakit vertigo? dan Bagaimana cara mengatasinya?"

Penyakit vertigo merupakan suatu gejala dengan sensasi diri sendiri atau sekeliling terasa berputar. Ada kondisi vertigo yang ringan serta tidak terlalu terasa dan ada yang parah sehingga menghambat rutinitas.

Serangan vertigo cukup bervariasi, mulai dari yang berlangsung selama beberapa detik hingga lebih lama. Serangan vertigo yang parah bisa terus berlangsung selama beberapa hari sehingga penderitanya tidak bisa beraktivitas secara normal.

Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.

Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo yang paling umum adalah gangguan pada mekanisme keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam. Penyebab umum lainnya adalah:
  • Migran – pusing tidak tertahankan.
  • Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau istilah umumnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV) – vertigo yang dipicu oleh perubahan posisi kepala tertentu.
  • Vestibular neuritis– inflamasi saraf vestibular yang ada di telinga bagian dalam.
  • Penyakit Meniere – penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam.
Selain penyebab di atas, vertigo bisa disebabkan oleh gangguan pada bagian otak. Gejala tambahan yang biasa dialami penderita dalam beberapa kasus vertigo meliputi demam tinggi, tinnitus (telinga berdengung), dan kehilangan pendengaran.

Langkah Pengobatan Vertigo

Vertigo sendiri merupakan suatu gejala dan bukan sebuah penyakit. Karena itu, cara mengatasi gejala vertigo tergantung pada penyakit yang menyebabkannya.
Beberapa kasus vertigo, seperti yang disebabkan oleh vestibular neuritis (jenis infeksi telinga akibat virus), terkadang bisa sembuh tanpa pengobatan. Tetapi penderita penyakit Meniere biasanya sering mengalami vertigo selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Ada beberapa penyebab vertigo yang membutuhkan langkah pengobatan khusus. Misalnya BBPV yang sebagian besar dapat disembuhkan dengan manuver Epley yang termasuk prosedur korektif sederhana.
Obat-obatan, seperti prochlorperazine dan antihistamin, juga umumnya dapat membantu menyembuhkan vertigo. Tetapi obat-obatan tersebut biasanya hanya efektif untuk tahap awal dan sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang.
Terapi rehabilitasi vestibular dari ahli terapis juga bisa membantu banyak penderita vertigo. Terapi ini dapat membantu otak untuk beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang jadi penyebab vertigo sehingga frekuensinya berkurang.

Pengobatan Perorangan Untuk Vertigo

Ada beberapa saran untuk mengurangi atau mencegah gejala-gejala vertigo yang biasanya diberikan oleh dokter serta spesialis yang menangani Anda. Di antaranya:
  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.
  • Segera duduk jika vertigo menyerang.
  • Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.
  • Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.
  • Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.
  • Mintalah bantuan orang lain untuk melakukan latihan sederhana dalam upaya mengurangi gejala-gejala vertigo.
  • Kenalilah hal-hal yang dapat memicu vertigo Anda.

Jumat, 25 Desember 2015

Sejarah Wayang Golek Sunda


Wayang Golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang Golek.Perkembangan wayang golek yang terus dialami sampai sekarang selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Perkembangan wayang golek menurut Salmun dimulai oleh perkembangan wayang kulit pada jaman Erlangga berkuasa pada tahun 1050 M. Ketika itu hanya diceritakan seperti dongeng (Salmun, 1961 : 10-27)
Atja & Saleh Danasasmita, (1981) mengatakan bahwa hampir dapat dipastikan bahwa orang yang membawakan dongeng (juru cerita) itu adalah dalang.
Naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian yang ditulis tahun 1518 M, menyebutkan bahwa :  “hayang nyaho disakweh ning carita ma, geus ma: Darmajati, Sanghyang Bayu, Jayasena, Sedamana, Pu Jayakerma, Ramayana, Adiparwa, Korawasrama, Bimasora, Ranggalawe, Boma, Sumana, Kala Purbaka, Jarini, Tantri; sing sawatek carita ma memen tanya. Jika ingin tahu semua cerita, seperti: Darmajati, Sanghyang Bayu, Jayasena, Sedamana, Pu Jayakerma, Ramayana, Adiparwa, Korawasrama, Bimasora, Ranggalawe, Boma, Sumana, Kala Purbaka, Jarini, Tantri; ya segala macam cerita, tanyalah dalang”.
Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Sunda mengenal kesenian wayang sudah cukup lama, seperti terbukti dengan disebutkannya beberapa judul cerita di atas.

Pada tahun 1583, Sunan Kudus membuat wayang golek, maksudnya dapat ditonton pada siang hari (Sopandi, 1984:69). Hasil ciptaan inilah dikemudian hari berkembang di Jawa Barat. Daerah yang pertama dimasuki adalah Cirebon, bahasa yang digunakannya pun masih bahasa Jawa.
Tema yang selalu ditampilkan adalah mengenai kisah-kisah Wong Agung Menak yang mempunyai nama-nama seperti Amir, Amir Mukminin, Jayadimurti, Jayengjurit, Jayenglaga, Jayengsatru, dll. Wayang tersebut dikenal dengan nama Wayang Cepak.
Pada Tahun 1808-1811 setelah ada jalan pos yang dibangun Daendels, wayang golek mulai masuk ke Priangan (Sopandi, 1984:70). Bahasa yang dipakai sudah Bahasa Sunda, sehingga pada waktu itu mulai banyak dalang dan masyarakat yang menggemari wayang golek.
Setelah Perang Dunia II di Jawa Barat ada wayang modern yang diciptakan oleh R.U. Partasuwanda. Perkembangannya dimulai pada jaman Jepang. Ketika itu orang sangat sulit untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek karena pemerintah Jepang membuat larangan agar tidak ada pesta yang melewati pukul 24.00 sedangkan pertunjukan wayang golek memerlukan waktu yang cukup panjang.
Banyak masyarakat yang mengajukan permintaan pada pemerintah Jepang agar wayang golek disiarkan melalui radio dan akhirnya jawatan radio Jepang menerima permintaan tersebut. Dalang pertama yang menyanggupi mengisi acara tersebut adalah R.U. Partasuwanda, tetapi waktu pertunjukannya pun hanya 3 jam. Dalam keadaan seperti itu, R.U. Partasuwanda mencoba membuat wayang golek yang bisa dipentaskan selama 3 jam. Dengan diilhami oleh pertunjukan sandiwara, ia menciptakan wayang model baru yang kemudian dikenal dengan wayang modern.
Dari dalang generasi R.U. Partasuwanda sampai pada tahun 1980-an Wayang golek mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama pada tahun 1980-an setelah hadirnya dalang (alm) H. Ade Kosasih Sunarya dan H. Asep Sunandar Sunarya.
Wayang golek mulai mendapat tempat di masyarakat hal ini dikarenakan kreatifitas mereka untuk bisa menarik massa. Eksistensi kedua dalang tersebut sampai saat ini masih mempengaruhi perkembangan wayang golek di Jawa Barat karena keduanya selalu beradaptasi terhadap apresiasi masyarakat.

LANGKAH-LANGKAH MERESENSI BUKU

Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda gunakan untuk membuat resensi sebuah buku.
1. Melakukan penjajakan atau pengenalan buku yang diresensi, meliputi:
·  Tema buku yang diresensi, serta deskripsi buku.
·  Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.
·  Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu.
·  Penggolongan / bidang kajian buku itu: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya.
2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan.
4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini:
·  Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.
·  Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisanya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya.
·  Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya, terutama untuk buku-buku ilmiah.
·  Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya (apakah ada banyak salah cetak).
Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita ketika menulis.
6. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.
Bahan dikutip dari sumber:
Judul Buku : Dasar-dasar Meresensi Buku
Penulis : DR. A.M. Slamet Soewandi
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta Tahun : 1997
Halaman : 6 - 7

Minggu, 08 November 2015

Autobiografi

          Assalamu’alaikum Wr.Wb . Nama saya Aulia Salsabila, bisa dipanggil salsa atau caca , mungkin kalau sebutan caca kurang cocok dengan nama saya. Nama panggilan caca berawal mula dari tetangga rumah, mungkin karena tidak bisa ngomong sasa jadinya caca. Ada juga temen SMA saya memanggil saya dengan sebutan Aul , buat saya terserah mau manggil yang mana. Ayah saya bernama Fatkhuro dan Ibu saya bernama Siti Hapsah. Saya anak ke dua dari dua bersaudara, bisa dibilang saya anak bontot. Saya mempunyai kakak cowo bernama Faisal Muhammad. Banyak yang bilang kalau saya dan kakak saya tidak mirip sama wajah saya. Kadang kalau sedang pergi berdua dengan kakak saya , banyak yang mengira kalau saya pergi dengan pacar saya. Padahal yang sedang pergi sama saya adalah kakak saya. Golongan saya dan kakak saya juga sama, saya bergolongan darah AB sama seperti kakak saya juga. Golongan AB itu gabungan dari golongan darah Ayah saya “A” dan Ibu saya bergolongan “B” , maka jadilah “AB” . Lumayan rumit juga sih.

             Saya lahir di kota Tegal tepatnya di rumah sakit kardinah kota tegal pada hari Selasa, tanggal 01 Juli 1997. Saya lahir sesar, sebenarnya saya lahir tanggal 30 Juni , karena belum ada kontraksi pada perut ibu saya. Akhirnya saya lahir tanggal 01 Juli tepatnya saat HUT POLWAN. Saya ada sedikit cerita mengenai nama saya yang bernama Aulia Salsabila. Awal saya lahir, ibu saya memberi nama Aulia Dwi Hapsari, karena Ayah saya tidak menyetujuinya maka nama yang awalnya Aulia Dwi Hapsari diganti dengan nama Aulia Salsabila. Aulia Salsabila ini mempunyai arti “Aulia” yang berarti pemimpin dan “Salsabila” yang berarti nama mata air disurga. Mungkin ayah saya memilih nama tersebut karena ingin saya menjadi seorang pemimpin, misalnya kepala sekolah atau dalam forum. Dan juga bisa masuk surganya allah .

          Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayah saya bekerja sebagai guru smp dikota Tegal, sedangkan Ibu saya bekerja sebagai guru paud dan mengajar TPQ di lingkungan rumah saya. Walaupun bayaran nya tidak sebanyak pegawai pemda tapi saya sangat bersyukur kepada kedua orang tua saya, karena mereka sudah mempunyai pekerjaan yang halal, dan bisa membiayai sekolah saya serta kakak saya hingga kuliah. Kedua Orang tua saya selalu mendidik kami dengan baik dan penuh kasih sayang, serta selalu mengajarkan berbagai hal positif terutama tentang agama. Ayah saya selalu menasehati supaya saya tidak lupa sholat 5 waktu, mengaji,serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan ajaran islam. Dirumah saya terdapat 5 penghuni rumah, diantaranya saya, kakak saya, Ayah,dan Ibu saya, serta nenek saya. Nenek saya yang sudah berumur 78 tahun, alhamdulillah beliau masih diberi kesehatan. Saya harap nenek saya akan selalu sehat hingga saya sukses, khusus nya kedua orang tua saya.

          Hobi saya adalah memasak, saya sangat senang sekali memasak. Awal mula saya menyukainya, saat saya melihat Ibu saya memasak. Saya sesekali membantu Ibu saya memasak, dan menanyai bumbu apa saja yang akan digunakan. Setelah sudah terbiasa membantu Ibu saya memasak, saya mencoba membuat masakan sendiri. Contoh nya saat itu saya membuat ikan lele mangut, awalnya saya hanya sekedar coba-coba. Setelah sudah matang ternyata rasanya cocok . masakan kedua yang menjadi makanan yang disukai orang rumah adalah sambel terasi buatan saya. Menurut orang rumah sambel buatan saya beda dengan sambel buatan orang lain, maka dari itu orang rumah sangat kangen dengan sambel buatan saya.

             Sekarang saya tinggal di brebes, sebelumnya saya pernah tinggal di tegal hanya dua tahun saja tinggal ditegal, lalu saya pindah kedaerah asal Ibu saya di cirebon jawa barat. Tepatnya di desa blender kecamatan karangsembung. Disanah saya menumpang rumah orangtua Ibu saya, hanya sampai empat tahun saja saya tinggal disanah, lalu ayah saya membeli rumah diperumahan griyatama gandasuli brebes. Kebetulan sekali ayah saya mengajar sekolah menengah pertama di daerah tegal, jadi rumah yang baru ini bisa dekat dengan pekerjaan Ayah saya yang sebagai seorang guru ditegal.
Pengalaman saya saat duduk dibangku sekolah dasar, saya bersekolah di SD N 03 Brebes. Saya sangat ingat sekali saat saya sekolah sd Ibu saya selalu menjemput saya dengan menggunakan sepeda. Saya tidak pernah malu , walaupun teman-teman saya banyak yang dijemput dengan kendaraan yang mewah. Jika Ibu saya tidak menjemput saya maka saya pulang berjalan kaki sampai rumah,walaupun jaraknya lumayan jauh. Setelah sudah kelas 4 sd saya berangkat dengan menggunakan sepeda, karena saya tidak mau merepotkan Ibu saya yang harus rela panas-panasan demi saya. Sampai kelas 6 sd saya selalu berangkat dengan menggunakan sepeda. Tepat saat kelas 6 saat itu saya melaksanakan ujian nasional, walau sempat was-was tapi saya optimis akan lulus. Alhamdulillah saya lulus sd dengan nilai yang memuaskan.

                Akhirnya setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2009, saya melanjutkan sekolah yang lebih tinggi pada tahun tersebut. Saya memilih melanjutkan di SMP N 1 BREBES. Pada hari pertama saya masuk, saya sangat canggung dikarenakan jumlah siswa yang lebih dari 600 orang tentunya memiliki karakter dan tingkah laku yang beragam. Kebanyakan teman-teman saya melanjutkan SMP N 2 BREBES. Saat itu saya benar-benar mencari teman baru lagi, lalu pertama saya kenal dengan teman baru saya yang bernama khofidoh dia satu bangku dengan saya. saya sangat akrab sekali dengan nya. Tetapi kelas 8 saya tidak sekelas dengan nya,walaupun tidak sekelas tetapi saya dengan dia masih menjaga komunikasi. Setelah kelas 9 smp adalah penentuan kelulusan, saya benar-benar cemas karena persyaratan kelulusan yang ketat dan mata pelajarannya pun agak banyak dari sd. Maka dari itu sebelum saya masuk dibangku kelas 9 saya sudah mempersiapkan materi yang akan digunakan untuk ujian nasional. Maka tepat hari intinya saya sudah siap untuk mengerjakan ujian nasional. Alhamdulillah saya lulus SMP dengan nilai yang memuaskan.

           Setelah lulus SMP pada tahun 2013, saya melanjutkan sekolah SMA pada tahun tersebut. Saya memilih melanjutkan di SMA N 3 BREBES, sebelumnya saya ingin bersekolah di SMA 4 Tegal tetapi karena terbatasnya kendaraan dan jaraknya lumayan jauh. Akhirnya saya memilih yang dekat saja, yang kedua karena ibu saya menyuruh saya sekolah disitu. Pada angkatan saya, SMA saya sangat maju sekali. Dari kejuaraan perlombaan, mulai dari ekskul pmr, tonsus, pramuka, dll. Saya sangat bangga sekali karena pada angkatan saya sekolah saya lebih bagus. Pada waktu SMA saya mengikuti eksul pmr, dari situ saya belajar banyak. Mulai dari cara-cara menolong orang pingsan, pertolongan pertama (PP), dan masih banyak lagi. Saya mengikuti eksul pmr ini sampai saya kelas tiga SMA. Berkat pengalaman ini saya bisa mengetahui cara-cara menolong orang , jika ada suatu kejadian. Suatu ketika ada perlombaan pmr tingkat kabupaten. Alhamdulillah sma saya mendapatkan juara 2 . Saya merasa bangga karena ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat juga, semoga saja ilmu pmr ini bisa bermanfaat untuk semua nya.

         Pada tahun 2015 bulan April di kelas tiga SMA saya melaksanakan ujian nasional (UN) tepatnya pada tanggal 15 April 2015. Saya ketakutan menghadapi ujian ini, karena ini merupakan ujian yang menentukan masa depan saya. oleh itu saya sangat bersungguh-sungguh saat belajar. Saya kurangi berpergian dengan teman-teman, mengurangi kegiatan yang tidak penting juga. Karena saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya yang telah bersusah payah menyekolahkan saya sampai sekarang. Yang selalu menyayangi dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Maka dari itu saya saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka, terutama pada ibu yang telah mengandung saya selama 9 bulan dengan mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan anaknya. Yang telah menyusui dan membesarkan saya dengan penuh kasih sayang. Yang mana sampai saat ini saya tidak akan bisa membalas semua itu. Tapi saya akan lakukan yang terbaik untuk membalas semua jasa yang telah diberikan kepada saya dan saya anggap jasa yang telah diberikan selama ini kepada saya merupakan hutang yang harus saya lunasi kepadanya.

             Setelah ujian nasional selesai diselenggarakan, Pada tanggal 15 mei 2015. Yang mana pada hari  itu kelulusan saya diumumkan lewat sebuah amplop dari sekolah. Sebelum saya menerima amplop tersebut saya berdo’a di dalam hati agar diberi kelulusan dengan nilai yang sesuai kemampuan saya. Saya merasa takut, cemas namun saya penasaran untuk membukanya, jantung saya mulai berdebar kencang. Setelah saya buka amplopnya, alhamdulillah tertulis bahwa saya saya dinyatakan lulus. Saya sangat bersyukur sekali,lalu saya bersujud syukur, dan menangis bahagia. Setelah itu setelah kelulusan, saya sangat ingin sekali kuliah. saya mencoba mendaftar SNMPTN dan SBMPTN, tetapi saya tidak lolos. Setelah itu saya mendapat info dari teman saya, dan mengajak saya untuk mendaftar di Universitas PGRI SEMARANG. Kebetulan Ayah saya menyetujui saya sekolah diluar kota, lalu saya dan teman saya mendaftar melalui online, dan seminggu kemudian saya dan teman saya mengikuti tes tertulis langsung di kampus universitas pgri semarang. Waktu itu saya memilih jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pilihan kedua Bimbingan dan konseling. Alhamdulillah saya diterima di jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia di universitas pgri semarang. Tepat sekali sesuai keinginan ayah saya, karena ayah saya ingin saya menjadi seorang guru terutama guru bahasa indonesia.

          Sekarang saya tinggal indekos tentu membuat saya dan kedua orang tua saya terpisah oleh jarak dan waktu. Tapi walaupun begitu saya selalu mendoakan yang terbaik kepada orang tua saya, agar selalu diberi kesehatan sampai saya sukses kelak. Indekos saya berada cukup dekat dengan kampus saya. Tepatnya di Jalan Hiri Raya Hiri IV no 11. Setelah mulai ada kegiatan sebelum aktif perkuliahan, ada satu kegiatan itu yaitu PIESQ dan PEKKA. Pada saat kegiatan PIESQ yang diadakan di universitas pgri semarang disanah saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman yang menarik. Terutama karakter yang ada didalam diri kita. Setelah kegiatan PIESQ lalu dilanjutkan dengan acara PEKKA kepanjangan dari Pengenalan Kehidupan Kampus. Pada kegiatan pekka , kami dikenalkan berbagai kegiatan di universitas pgri, mulai dari ukm, tempat ruangan yang akan menjadi tempat kami kuliah, dll.


Semoga saja saya disini nyaman dengan suasana yang baru tentunya. Dan dijauhkan dari hal negative, dan tentunya saya tidak ingin mengecewakan kedua orangtua saya. Sekali lagi saya berterima kasih kepada orang tua saya, Ibu dan ayah saya yang selalu mendoakan saya. Saya akan terus bersyukur dan bekerja keras demi sebuak kesuksesan saya dari sekarang dan untuk masa yang akan datang. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumat, 23 Oktober 2015

Mawas Diri Menakar Berani
       Dalang Ki Jlitheng Suparman






Pada Hari Selasa tanggal 20 Oktober 2015, wayang kampung sebelah telah hadir di balairung Universitas PGRI Semarang untuk memeriahkan acara Bulan Bahasa . Kali ini wayang kampung sebelah akan menampilkan pertunjukan yang berjudul Mawas Diri Menakar Berani. Cerita nya tentang pemilihan kepala desa, salah satu calon nya adalah pak somad. Berikut awal ceritanya.

Di awali dengan musik pembuka yang di iringi oleh alat musik drum, gitar, gendang, suling, dan masih banyak lagi. Setelah musik sudah selesai, maka masuk lah Eyang Sidik Wacono memimpin penghitungan suara pilkades. Mendadak papan tulis untuk mencatat penghitungan suara hilang. Parjo selaku kepala keamanan ditanya tidak tahu. Begitu pun Sodrun ketika ditanya malah salah persepsi merasa dituding sebagai biang hilangnya papan tulis. Ternyata papan tulis itu disimpan oleh Suto Coro sebagai kepala rumah tangga kelurahan. Terjadi perdebatan sengit antara Suto Coro dan Mbah Sidik yang berakhir dengan kesanggupan Suto Coro meminjamkan papan tulis. Lalu parjo memberikan hasil suara dan ternyata pak somad yang memenangkan pilkades tersebut.

       Ada beberapa warga yang tidak terima atas dipilihnya pak somad, banyak yang bilang bahwa kemenang pak somad tidak sesuai. Pak somad berbuat curang, salah satunya dengan melakukan black campaign atas dirinya. Selain itu tindakan money politik, salah satunya dalam bentuk tindakan serangan fajar luar biasa besar.

Esok harinya Kampret bertandang ke rumah Karyo mengajak ngobrol tentang sukses pilkades dengan pemenang Pak Somad. Karyo menanggapi dingin. Gegap gempitanya pesta demokrasi pilkades dia yakini tak mengubah apa-apa. Dari bentuk bantuan atau subsidi untuk orang miskin, ada yang menerima ada pula yang tidak menerima. Lantas kemana menguapnya dana bantuan ini? Para warga mulai curiga atas sikap somad, dari mulai cara bicaranya  berbelit-belit.

Setelah terpilihnya pak somad sebagai kepala desa,lalu beberapa hari kemudian pak somad mengadakan acara tasyakuran lurah somad. Sederetan artis berkiprah di atas panggung artis tersebut adalah syarani, inul, dan roma irama. Sore nya Kampret mengajak Karyo menyaksikan panggung hiburan dalam rangka tasyakuran kemenangan Somad sebagai lurah baru Desa Bangunjiwo.

Menghibur penonton yang memadati acara tasyakuran Lurah Somad. semua nya ssangat antusias. lalu tiba-tiba Kampret yang mabuk merasa terusik kesenangannya atas ulah Jhony. Ia segera naik ke atas panggung meminta Jhony berhenti ngoceh, agar kemudian hiburan dangdut dilanjutkan. Jhony marah menuding Kampret sebagai pendukung Somad yang tidak terima atas protesnya. Ia pun menantang Kampret berkelahi. Tapi pemuda sang pemabuk itu menanggapi dengan senyum sinis. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung siapa pun. Dirinya adalah sang pemabuk netral.

          Jhony yang merasa terdesak dalam perdebatan itu langsung menyerang Kampret. Perkelahian keduanya memicu tawur massa.

Karyo mendatangi Pak Gendut seorang anggota polisi, Mbah Modin, Pak Somad, dan Parjo, para tokoh masyarakat yang tengah berada di lokasi kerusuhan memantau situasi. Karyo langsung nyemprot para tokoh itu yang tidak bergerak apa-apa bahkan seakan menikmati kerusuhan yang sedang terjadi. Pak Gendut didesak supaya segera bergerak meredam kerusuhan.

           “Dengan cara bagaimana?” tanya Pak Gendut.

        “Lho kok malah tanya saya? Kalau saya yang harus jawab, Pak Gendut lepas seragam saja biar saya pakai! Ya dengan segala cara apa pun yang penting kerusuhan berhenti,” jawab Karyo.

         Tidak semudah itu. Menghentikan kekerasan mustahil tanpa cara tegas dan keras. Memangnya menghentikan kerusuhan cukup dengan pidato atau memohon-mohon? Tapi kalau menggunakan cara tegas dan keras, polisi harus berhadapan dengan pasal-pasal HAM. Polisi akan dihujat dan disalahkan oleh siapa saja karena menggunakan kekerasan. Polisi bergerak salah, tidak bergerak juga salah. Terus terang, di negara ini polisi pun hanya bisa serba salah.

        Karyo bingung. Ia mendesak pak Somad sebagai lurah yang baru harus bisa mengendalikan situasi. Pak Somad pun berkilah, karena ia pejabat baru maka belum menguasai medan. Ia perlu mempelajari situasi dan kondisi terlebuh dahulu, berkoordinasi, baru bisa menentukan tindakan yang harus diambil.

      “Waaaa… rakyate selak modar, Pak!” teriak Karyo. Calon pemimpin sebelum berkuasa itu seharusnya sudah lebih dulu menguasai masalah, bukan berkuasa dulu baru mempelajari masalah. Kalau sikap dan pola pikir calon-calon pemimpin di negeri ini seperti itu, mustahil ada pemimpin yang benar-benar menguasai masalah dan mampu menyelesaikannya. Kaderisasi pemimpin di negara ini memang benar-benar bermasalah.

Karyo sudah benar-benar tak habis pikir. Di kerusuhan itu, rakyat saling berbenturan. Setiap saat nyawa mereka bisa melayang tanpa mau menunggu keputusan rapat-perdebatan prosedur hukum.

           “Itulah jenis kelamin demokrasi kita saat ini, Lik!” cetus Kampret yang tiba-tiba muncul di perbincangan. Demokrasi yang tidak mempermudah penyelesaian masalah tapi justru memperumit penyelesaian masalah. Lagian, lha wong Pak Somad, Mbah Modin, Pak Gendut dan Mas Parjo itu orang-orang yang cari selamat kok disuruh menyelamatkan orang. Bagaimana bisa? Demokrasi di negeri ini sebatas mengajak orang melihat betapa nikmatnya kekuasaan, bukan betapa beratnya kekuasaan. Logikanya, orang cenderung menghindar dari pekerjaan-pekerjaan berat. Anehnya kita berkelahi mati-matian untuk memperebutkan pekerjaan yang berat. Betapa hebatnya bangsa ini yang ternyata dipenuhi manusia-manusia super yang berebut siap menanggung beban beratnya kekuasaan.setelah berdebat maka semuanya sepakat akan menggantikan lurah pak somad dengan yang lain, agar tidak terjadi suatu keributan yang lebih parah. Setelah sudah selesai, lalu ditutup dengan alunan musik gamelan dan drum, serta suling. Permainan lampu yang menjadi penutup pertunjukan wayang ini.