Rabu, 17 Juni 2020

Kali pertama bertemu

Ice cream vanilla kesukaanmu, manis seperti senyummu.
Kemeja merah maroon yang kamu pakai saat pertama kali bertemu dengan ku.
Pertama kali datang ke rumah ku.
Walau tak lama, karena matahari sudah mulai terbenam.
Karena kamu harus kembali berangkat ke perantauan.
Lalu kamu pamit.

Senin, 08 Juni 2020

Seseorang itu adalah KAMU

Untuk seseorang yang dingin sikapnya. 
Sedingin jika ditanya kabarnya. 
Namun masih sempat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang aku tanya. 
Walau  tidak sesering, tapi kamu masih sempat membalas.

Ini aku, 
orang yang menunggu kabar kamu. 
Walau hanya jawabanmu "alhamdulillah baik" Jika ku tanya "Apa kabar?" 
Sudah tujuh tahun, aku mendoakanmu. Tentu mendoakan yang baik-baik.

Maaf aku sudah tidak memberi ucapan semangat lagi. Seperti dulu.

Apa kamu merindukan pesan itu?

Selasa, 02 Juni 2020

Kembali Normal

Arah kakiku mulai menjauhi ruang hampa
Pikiranku terasa kembali normal
Tawaku kembali terdengar
Apakah yang kelam sudah tak ada ada lagi?

Memang butuh waktu yang lama untuk kembali normal
Desas-desus yang karap menghampiri 
Kini terganti dengan irama harmoni yang menenangkan hati

Tak ada tangis di malam hari
Tak ada emosi di siang hari

Hanya ada bahagia dan senyuman yang kini menghampiri

Kamis, 28 Mei 2020

Bisakah Kita Bertemu?

"Bisahkah kita bertemu? Apa kamu sibuk hari ini bil?"
"Bisa, namun pukul 5 sore aku baru pulang."
"Ya, tak apa bil. Atau aku menjemputmu di tempat kerjamu?"
"Jika tidak keberatan silakan ndi. Dengan senang hati :)"

Billa menunggu andi yang akan datang menjemputnya di tempat kerja Billa.
Dari kejauhan terlihat andi datang, berjalan menghampiri Billa yang sedang berdiri menghadapnya.

Rabu, 27 Mei 2020

Untuk kamu yang jauh disana


Apa kabar?
Perasaanku tetap sama
Seperti waktu itu
Tak ada yang berubah
Kecuali waktu

Sabtu, 23 Mei 2020

Satu Momen Dengan Rasa Yang Berbeda

Semarak takbir sedang berkumandang
Hari raya telah tiba
Ada yang bahagia dan ada yang merasa sedih
Bahagia karena orang-orang tercinta masih bisa bertemu lebaran tahun ini
Sedih karena sebagian orang tak bisa mudik lebaran 
Karena demi kesehatan dan keamanan orang-orang tercinta di kampung halaman

Aku pun merasakan keduanya. 
Bahagia karena orangtua ku dan kakak ku masih ada disisiku.
Sedih karena lebaran tahun ini tanpa adanya nenek ku.

Memang hidup harus seimbang
Jika selalu merasakan bahagia, kapan bisa merasakan yang namanya kesedihan

Terima kasih. Semoga lebaran tahun depan kita masih bisa bertemu dengan orang-orang yang kita cintai.

Mustahil, Walau sebenarnya Ingin

Ingin rasanya merasakan menjadi kamu
Yang tak pernah memikirkan perasaan orang yang sayang padamu
Yang bisa acuh dengan kehadiran seseorang

Ingin rasanya bertemu lagi denganmu
Walau kemungkinan sulit untuk bisa bertemu denganmu
Yang dirasa mustahil bahwa kamu akan menemuiku

Seperti air dan api yang tak bisa bersatu
Padahal untuk memulainya saja belum
Namun sudah merasakan adanya perpisahan

Sekarang terserah, bagaimana semesta bekerja saja
Toh aku sudah angkat tangan dengan hal ini
Semakin dipaksa semakin menjauh