Rabu, 27 Mei 2020
Untuk kamu yang jauh disana
Apa kabar?
Perasaanku tetap sama
Seperti waktu itu
Tak ada yang berubah
Kecuali waktu
Sabtu, 23 Mei 2020
Satu Momen Dengan Rasa Yang Berbeda
Semarak takbir sedang berkumandang
Hari raya telah tiba
Ada yang bahagia dan ada yang merasa sedih
Bahagia karena orang-orang tercinta masih bisa bertemu lebaran tahun ini
Sedih karena sebagian orang tak bisa mudik lebaran
Karena demi kesehatan dan keamanan orang-orang tercinta di kampung halaman
Aku pun merasakan keduanya.
Bahagia karena orangtua ku dan kakak ku masih ada disisiku.
Sedih karena lebaran tahun ini tanpa adanya nenek ku.
Memang hidup harus seimbang
Jika selalu merasakan bahagia, kapan bisa merasakan yang namanya kesedihan
Terima kasih. Semoga lebaran tahun depan kita masih bisa bertemu dengan orang-orang yang kita cintai.
Mustahil, Walau sebenarnya Ingin
Ingin rasanya merasakan menjadi kamu
Yang tak pernah memikirkan perasaan orang yang sayang padamu
Yang bisa acuh dengan kehadiran seseorang
Ingin rasanya bertemu lagi denganmu
Walau kemungkinan sulit untuk bisa bertemu denganmu
Yang dirasa mustahil bahwa kamu akan menemuiku
Seperti air dan api yang tak bisa bersatu
Padahal untuk memulainya saja belum
Namun sudah merasakan adanya perpisahan
Sekarang terserah, bagaimana semesta bekerja saja
Toh aku sudah angkat tangan dengan hal ini
Semakin dipaksa semakin menjauh
Sabtu, 02 Mei 2020
Mengakhiri sebelum memulai
Pertanyaanku saat malam itu
Yang mempertanyaan hubungan kita ini apa?
Sambil mengingat-ngingat lagi
kenapa kamu sangat peduli sekali kepadaku
Aku pun begitu terhadapmu, begitu peduli
Lalu aku memberanikan diri untuk menanyakan hal ini
Ya, mempertanyakan hubungan kita ini sebenarnya apa?
Jika tak ada tujuan dengan hubungan ini akan aku pergi
Pergi dengan rasa harapan-harapan
Memang salah. Aku yang mudah berharap kepadamu
Sebelum keadaannya semakin terjatuh dengan rasa yang begitu mendalam
Sebelum aku sulit untuk melupakan
Sebelum rasa kecewa itu muncul, karena ekspektasi yang terlalu tinggi
Dengan begitu lebih baik aku mengakhiri sebelum memulai
Selasa, 14 April 2020
Jika belum bisa hari ini, coba lagi besok.
Jika belum bisa menerima hadirku, gapapa. Coba untuk bertahap menerimaku. Coba untuk bertahap mencintaiku. Walau tak semudah membalikan telapak tangan. Terpeting sudah untuk mencoba. Jika belum ada hasil juga, gapapa. Nanti coba lagi.
Karena perasaan muncul bisa dari mana saja dan waktunya pun tak terduga. Bisa hari ini, lusa atau tahun depan. Terpenting aku masih disini, tidak kemana-mana. Kecuali kamu memintaku untuk pergi, saat itu juga aku akan pergi.
Karena perasaan muncul bisa dari mana saja dan waktunya pun tak terduga. Bisa hari ini, lusa atau tahun depan. Terpenting aku masih disini, tidak kemana-mana. Kecuali kamu memintaku untuk pergi, saat itu juga aku akan pergi.
Senin, 23 Maret 2020
Memulai (lagi)
Dengan senang hati aku buka pintu hati untukmu. Yang aku harap kamu sungguh untuk menjalin kisah ini. Walau kamu baru mengenalku, yang sebenarnya kita sudah mengenal sejak dulu. Aku harap kamu tidak pergi tanpa pamit.
Selasa, 04 Februari 2020
SEBUAH JAWABAN
Tak ada yang perlu disesali untuk sebuah jawaban yang sudah ditunggu begitu lama. Toh yang dia lakukan sebenarnya baik untuk diriku juga. Dia meminta ku untuk membuka hati untuk orang lain dan kasih kesempatan lain untuk bisa menerima aku.
Langganan:
Postingan (Atom)