Sabtu, 23 Mei 2020

Mustahil, Walau sebenarnya Ingin

Ingin rasanya merasakan menjadi kamu
Yang tak pernah memikirkan perasaan orang yang sayang padamu
Yang bisa acuh dengan kehadiran seseorang

Ingin rasanya bertemu lagi denganmu
Walau kemungkinan sulit untuk bisa bertemu denganmu
Yang dirasa mustahil bahwa kamu akan menemuiku

Seperti air dan api yang tak bisa bersatu
Padahal untuk memulainya saja belum
Namun sudah merasakan adanya perpisahan

Sekarang terserah, bagaimana semesta bekerja saja
Toh aku sudah angkat tangan dengan hal ini
Semakin dipaksa semakin menjauh

Sabtu, 02 Mei 2020

Mengakhiri sebelum memulai

Pertanyaanku saat malam itu
Yang mempertanyaan hubungan kita ini apa?
Sambil mengingat-ngingat lagi 
kenapa kamu sangat peduli sekali kepadaku
Aku pun begitu terhadapmu, begitu peduli

Lalu aku memberanikan diri untuk menanyakan hal ini
Ya, mempertanyakan hubungan kita ini sebenarnya apa?
Jika tak ada tujuan dengan hubungan ini akan aku pergi
Pergi dengan rasa harapan-harapan
Memang salah. Aku yang mudah berharap kepadamu

Sebelum keadaannya semakin terjatuh dengan rasa yang begitu mendalam
Sebelum aku sulit untuk melupakan
Sebelum rasa kecewa itu muncul, karena ekspektasi yang terlalu tinggi
Dengan begitu lebih baik aku mengakhiri sebelum memulai

Selasa, 14 April 2020

Jika belum bisa hari ini, coba lagi besok.

Jika belum bisa menerima hadirku, gapapa. Coba untuk bertahap menerimaku. Coba untuk bertahap mencintaiku. Walau tak semudah membalikan telapak tangan. Terpeting sudah untuk mencoba. Jika belum ada hasil juga, gapapa. Nanti coba lagi.
Karena perasaan muncul bisa dari mana saja dan waktunya pun tak terduga. Bisa hari ini, lusa atau tahun depan. Terpenting aku masih disini, tidak kemana-mana. Kecuali kamu memintaku untuk pergi, saat itu juga aku akan pergi.

Senin, 23 Maret 2020

Memulai (lagi)

Dengan senang hati aku buka pintu hati untukmu. Yang aku harap kamu sungguh untuk menjalin kisah ini. Walau kamu baru mengenalku, yang sebenarnya kita sudah mengenal sejak dulu. Aku harap kamu tidak pergi tanpa pamit.

Selasa, 04 Februari 2020

SEBUAH JAWABAN

Tak ada yang perlu disesali untuk sebuah jawaban yang sudah ditunggu begitu lama. Toh yang dia lakukan sebenarnya baik untuk diriku juga. Dia meminta ku untuk membuka hati untuk orang lain dan kasih kesempatan lain untuk bisa menerima aku.

Selasa, 19 November 2019

Jeda

Kita butuh jeda. Merasa sesak didada, melihatmu tak sepenuh hati.
Aku ingin kamu sepenuh hati dengan pekerjaanmu.
Jadi kamu tak usah repot-repot untuk mempedulikanku.
Tenang disini aku tak dekat dengan siapa-siapa.
Tak ada pria yang mendekatiku.
Aku juga ingin jeda dengan hubungan ini, karena tak ada pengaruh untuk sepuluh bulan ini.
Lebih baik aku menghindar sejenak darimu.
Tak usah khawatir, jangan pedulikan aku dulu. Jika sudah membaik datang saja lagi.
Karena, aku masih disini, tak kemana-mana.

Sembunyi dulu

Jika hadirku membuat beban hidupmu, aku bisa menghilang dulu.
Supaya kamu bisa tenang tanpa memikirkanku.
Jika hadirku sebagai penghambat pekerjaanmu, tak apa.
Aku akan sembunyi dulu, jauh darimu.
Jika merasa tenang tak ada kabar dariku.
Pertanda bahwa kamu sudah baik-baik saja tanpa adanya aku.