Rabu, 07 September 2016

Falling Slowly by Glen Hansard

I don't know you
But I want you
All the more for that

Words fall through me
And always fool me
And I can't react

And games that never amount
To more than they're meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You'll make it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can't go back

Moods that take me and erase me
And I'm painted black

You have suffered enough
And warred with yourself
It's time that you won

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You've made it now

Falling slowly sing your melody
I'll sing it loud

Jumat, 01 April 2016

Unsur Intrinsik Prosa

Unsur intrinsik adalah unsur- unsur yang pembangun karya sastra yang dapat ditemukan didalam teks karya sastra itu sendiri.
Unsur intrinsik terdiri atas :
1. Tokoh
2. Penokohan 
3. Perwatakan Tokoh
4. Tema
5. Amanat
6. Latar/Seting
7. Alur
8. Sudut pandang
9. Gaya penceritaaan/Gaya Bahasa

 1. TOKOH

Yang dimaksud dengan tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.
Macam tokoh dalam cerita :

a.  Tokoh utama/sentral protagonis. Tokoh sentral protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.
b.  Tokoh utama/ sentral antagonis. Tokoh sentral antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai tak positif/negatif

Tokoh tambahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh tambahan atau tak utama dibedakan menjadi tiga, yaitu
a. Tokoh pembantu tokoh utama adalah tokoh yang menjadi kepercayaan tokoh protagonis atau antagonis).
b. Tokoh tambahan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita.(tokoh pembantu )
c. Tokoh figuran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.

2. PENOKOHAN/PERWATAKAN
     Yang dimaksud penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada beberapa metode penyajian watak tokoh, yaitu
a. Metode analitis/langsung. Yaitu penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung.
b. Metode dramatik/taklangsung/ragaan. Yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran, percakapan, dan lakuan tokoh yang disajikan pengarang. Bahkan dapat pula dari penampilan fisiknya serta dari gambaran lingkungan atau tempat tokoh.
c.  Metode kontekstual. Yaitu penyajian watak tokoh melalui gaya bahasa yang dipakai pengarang.


    Menurut Jakob Sumardjo dan Saini KM., ada lima cara menyajikan watak tokoh, yaitu
·  Melalui apa yang dibuatnya, tindakan-tindakannya, terutama abagaimana ia bersikap dalam situasi kritis.
·  Melalui ucapana-ucapannya. Dari ucapan kita dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua, orang berpendidikan, wanita atau pria, kasar atau halus.
·    Melalui penggambaran fisik tokoh.
·    Melalui pikiran-pikirannya
·    Melalui penerangan langsung.
   
   Istilah penokohan lebih luas pengertiannya daripada tokoh atau perwatakan, sebab penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.

          3. ALUR

Alur adalah urutaan atau rangkaian peristiwa dalam cerita rekaan. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal, yaitu
a. Berdasarkan urutan waktu terjadinya. (kronologis )kejadian disebut alur linear
b. Berdasarkan hubungan kausalnya/sebab akibat. Alur berdasarkan hubungan sebab-akibat disebutalur kausal.
c. Berdasarkan tema cerita. Alur berdasarkan tema cerita disebut alur tematik.
Pola umum alur cerita adalah
a.    Bagian awal
                         1.      Paparan/eksposisi
                         2.      rangkasangan
                         3.      gawatan

b.     Bagian tengah
                         4.      tikaian /konflik
                         5.      rumitan /komplikasi
                         6.      klimaks/puncak ketegangan
c.      Bagian akhir
                         7.      leraian /antiklimaks
                         8.      selesaian.

Macam Alur :

Pada umumnya orang membedakan alur menjadi dua, yaitu 
1)alur maju dan 
2)alur mundur.
Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian.
         Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian.

Secara lebih lengkap dapat dikatakan bahwa ada tiga macam alur, yaitu
       a. alur berdasarkan urutan waktu
       b. alur berdasarkan urutan sebab-akibat
       c. alur berdasarkan tema. Cerita yang beralur tema setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri sehingga bila salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.

Pembagian seperti itu sebenarnya hanyalah salah satu pembagian jenis alur yaitu pembagian alur berdasarkan urutan waktu. Secara lebih lengkap dapat dikatakan bahwa ada tiga macam alur, yaitu
       a. alur berdasarkan urutan waktu
       b. alur berdasarkan urutan sebab-akibat
     c. alur berdasarkan tema. Dalam cerita yang beralur tema setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.

      Beberapa istilah alur lain adalah:
1. Alur bawahan adalah alur cerita yang ada di samping alur cerita utama.
2. Alur linear adalah rangkaian peristiwa susul-menyusul secara temporal.
3. Alur balik atau alur sorot balik atau flash back.
4. Alur datar adalah alur yang tidak ada perkembangan cerita dari gawatan, klimaks sampai penyelesaian.
5. Alur menanjak adalah alur yang jalinan peristiwanya semakin lama semakin menanjak atau rumit.

4. LATAR 
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar meliputi penggambaran letak geografis (termasuk topografi, pemandangan, perlengkapan, ruang), pekerjaan atau kesibukan tokoh, waktu berlakunya kejadian, musim, lingkungan agama, moral, intelektual, sosial, dan emosional tokoh.

MACAM LATAR
Latar dibedakan menjadi dua, yaitu : 
1. Latar fisik/material. Latar fisik adalah tempat dalam ujud fisiknya (dapat dipahami melalui panca indra).
Latar fisik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Latar netral, yaitu latar fisik yang tidak mementingkan kekhususan waktu dan tempat.
b. Latar spiritual, yaitu latar fisik yang menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu.
2. Latar sosial. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikap, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain.
4. TEMA DAN AMANAT
      Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Jenis tema antara lain : didaktis, sosiologis, kepahlawanan, dll.

5. SUDUT PANDANG (POINT OF VIEW)

Macam sudut pandang :
 1.      Pencerita orang pertama (akuan).
Sudut pandang orang pertama adalah cara menceritakan  tokoh, pencerita terlibat langsung mengalami peristiwa-peristiwa cerita. Gaya penceritaan akuan dibedakan menjadi dua, yaitu: 
a. Pencerita akuan sertaan, yaitu pencerita menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut.
 2.      Pencerita akuan taksertaan, yaitu pencerita tidak terlibat menjadi tokoh sentral
 3.      Pencerita orang ketiga (diaan).
 Sudut pandang orang ketiga adalah pencnerita tidak terlibat dalam peristiwa-peristiwa cerita.  Sudut pandang orang ketiga ini disebut juga gaya penceritaan diaan. Gaya pencerita ddibedakan  menjadi dua, yaitu :
  1. Pencerita diaan serba tahu, yaitu pencerita diaan yang tahu segala sesuatu tentang semua tokoh dan peristiwa dalam cerita. Tokoh ini bebas bercerita dan bahkan memberi komentar dan penilaian terhadap tokoh cerita.
  2. Pencerita diaan terbatas, yaitu pencerita diaan yang membatasi diri dengan memaparkan atau melukiskan lakuan dramatik yang diamatinya. Jadi pencerita hanya melaporkan apa yang dilihatnya saja.





Rabu, 24 Februari 2016

Tetap Menjadi Kamu Yang Aku Kenal Dulu ,Sampai Kapan pun

Sebut saja namanya putro sarwandi. Biasa aku memanggilnya putro. Awal mula aku mengenalnya tanpa kesengajaan. Aku malah tak menyangka kalau aku bisa kenal dengan dia. Dia sosok lelaki pekerja keras. Aku tau, yang dia kerjakan itu karena ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Aku sangat bangga kepada dia, karena selain bekerja putro juga menyempatkan untuk menuntut ilmu. Putro merupakan salah satu mahasiswa di Universitas Swasta di Jakarta. Putro mengambil jurursan Teknik Sipil. Jurusan yang dia ambil mungkin cukup rumit untuk dia. Tetapi dengan tekat dan semangat dia untuk membanggakan kedua orangtuanya, dia bersunggung-sungguh untuk meraih cita-citanya.

Dengan kerja kerasnya dia, membuat aku terkagum kepada putro. Awal mulanya sih hanya mengagumi saja. Tetapi makin kesini rasa kagum itu mengubah menjadi rasa sayang yang muncul terhadapnya. Memang dia sosok pria yang cuek. Apalagi terhadap wanita. Putro hanya lebih fokus terhadap karir kerjanya dan pendidikan nya. Ya aku maklumin itu, dia juga pernah berpesan kepada ku bahwa aku harus fokus terhadap kuliah yang baru saja aku jalanin. Kataku " Tentu aku akan fokus terhadap kuliah ku, sampai wisuda.kamu harus datang ke wisuda ku ya." lalu putro hanya tersenyum saja dan menjawab perkataan ku yang terakhir " Tentu aku akan datang ke tempat wisuda mu ca."
Sejenak aku sempat senang karena dia sudah bilang seperti itu. Kata-kata itu membuat aku makin semangat kuliah agar aku cepat lulus, dan mendapatkan gelar S1 Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia. Aamiin .

Putro adalah pria yang selalu menjadi penyemangat dalam hidup aku. Setelah Tuhan ku dan kedua Orangtua aku . Dia yang membuat hari-hari ku menjadi lebih berwana. Tetapi tak selalu yang berwana juga indah, namanya juga hidup pasti warna itu ada yang hitam ataupun putih. Seperti hal nya putro sarwandi yang kadang sikapnya ga mesti care. Dia juga pernah tak peduli terhadapku. Mungkin sedang ada masalah, aku maklumin sikap yang aku ga sukanya dia seperti itu. Aku harap sih dia sedikit berubah dengan sikap yang seharusnya mengerti keadaan.bagaimana harus  menghargain orang yang setia menunggu kabar, walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya .


Rabu, 27 Januari 2016

Penyakit maag yang sering dialami oleh anak indekos

Pasti setiap anak indekos parnah mengalami penyakit maag. Awalnya karena tidak terkontrolnya jam makan yang tidak teratur membuat lambung kosong, dan asam lambung menjadi naik. Maka ini salah satu penyebab awal mula penyakit maag. Makanan yang dimakan juga mengandung asam, dan pedas. Serta suhu yang dingin juga dapat membuat asam lambung menjadi naik (bagi yang sudah mengalami maag).

Perlu di ingatkan lagi bahwa penyakit maag terjadi karena beberapa kondisi kesehatan yang tidak baik. Yang sering sekali terjadi dan kerap ditemui adalah peradangan pada lambung muncul akibat dari bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri yang juga dikenal sebagai baketri yang bisa memicu borok pada lambung. Penyakit maag yang disebabkan oleh bakteri disebut sebagai maag kronis. Perlu diketahui, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori bisa sangat membahayakan. Pengobatan penyakit maag kronis tidak bisa dianggap sepele sama sekali karena dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung.
Selain penyakit maag kronis, penyakit maag akut juga merupakan penyakit yang paling banyak di dapati. Penyebab penyakit maag akut terjadi kerena disebabkan oleh faktor stress, pemakaian zat-zat kimia tertentu, konsumsi minuman keras, serta kebiasaan menyantap makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam. Ketika seseorang mengalami stres, akan muncul perangsangan saraf simpatis NV atau nervus vagus, yang serta akan meningkatkan produksi asam klorida (HCI) di dalam lambung. Naiknya produksi asam klorida di dalam lubang akan menyebabkan rasa mual, muntah-muntah dan juga anoreksia. Namun, penyakit maag akut bisa diobati dengan cara merubah gaya hidup sehat dan menjadi lebih baik.

Selasa, 19 Januari 2016

Penyakit Vertigo dan Cara Mengatasinya

Penyakit ini mungkin masih banyak yang belum tau penyebabnya kenapa,dan cara mengatasinya bagaimana? Sama halnya dengan saya. Dulu saat pertama kali saya merasakan vertigo ini,saya kira ada gempa bumi padahal yang sebenarnya tidak ada. Setelah itu saya konsultasi ke dokter bahwa saya mempunyai vertigo. Dari situ saya langsung mencari apa itu penyakit vertigo, kenapa saya bisa mengalaminya? Kali ini saya akan membagi informasi tentang "Apa itu penyakit vertigo? dan Bagaimana cara mengatasinya?"

Penyakit vertigo merupakan suatu gejala dengan sensasi diri sendiri atau sekeliling terasa berputar. Ada kondisi vertigo yang ringan serta tidak terlalu terasa dan ada yang parah sehingga menghambat rutinitas.

Serangan vertigo cukup bervariasi, mulai dari yang berlangsung selama beberapa detik hingga lebih lama. Serangan vertigo yang parah bisa terus berlangsung selama beberapa hari sehingga penderitanya tidak bisa beraktivitas secara normal.

Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.

Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo yang paling umum adalah gangguan pada mekanisme keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam. Penyebab umum lainnya adalah:
  • Migran – pusing tidak tertahankan.
  • Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau istilah umumnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV) – vertigo yang dipicu oleh perubahan posisi kepala tertentu.
  • Vestibular neuritis– inflamasi saraf vestibular yang ada di telinga bagian dalam.
  • Penyakit Meniere – penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam.
Selain penyebab di atas, vertigo bisa disebabkan oleh gangguan pada bagian otak. Gejala tambahan yang biasa dialami penderita dalam beberapa kasus vertigo meliputi demam tinggi, tinnitus (telinga berdengung), dan kehilangan pendengaran.

Langkah Pengobatan Vertigo

Vertigo sendiri merupakan suatu gejala dan bukan sebuah penyakit. Karena itu, cara mengatasi gejala vertigo tergantung pada penyakit yang menyebabkannya.
Beberapa kasus vertigo, seperti yang disebabkan oleh vestibular neuritis (jenis infeksi telinga akibat virus), terkadang bisa sembuh tanpa pengobatan. Tetapi penderita penyakit Meniere biasanya sering mengalami vertigo selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Ada beberapa penyebab vertigo yang membutuhkan langkah pengobatan khusus. Misalnya BBPV yang sebagian besar dapat disembuhkan dengan manuver Epley yang termasuk prosedur korektif sederhana.
Obat-obatan, seperti prochlorperazine dan antihistamin, juga umumnya dapat membantu menyembuhkan vertigo. Tetapi obat-obatan tersebut biasanya hanya efektif untuk tahap awal dan sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang.
Terapi rehabilitasi vestibular dari ahli terapis juga bisa membantu banyak penderita vertigo. Terapi ini dapat membantu otak untuk beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang jadi penyebab vertigo sehingga frekuensinya berkurang.

Pengobatan Perorangan Untuk Vertigo

Ada beberapa saran untuk mengurangi atau mencegah gejala-gejala vertigo yang biasanya diberikan oleh dokter serta spesialis yang menangani Anda. Di antaranya:
  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.
  • Segera duduk jika vertigo menyerang.
  • Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.
  • Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.
  • Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.
  • Mintalah bantuan orang lain untuk melakukan latihan sederhana dalam upaya mengurangi gejala-gejala vertigo.
  • Kenalilah hal-hal yang dapat memicu vertigo Anda.

Jumat, 25 Desember 2015

Sejarah Wayang Golek Sunda


Wayang Golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang Golek.Perkembangan wayang golek yang terus dialami sampai sekarang selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Perkembangan wayang golek menurut Salmun dimulai oleh perkembangan wayang kulit pada jaman Erlangga berkuasa pada tahun 1050 M. Ketika itu hanya diceritakan seperti dongeng (Salmun, 1961 : 10-27)
Atja & Saleh Danasasmita, (1981) mengatakan bahwa hampir dapat dipastikan bahwa orang yang membawakan dongeng (juru cerita) itu adalah dalang.
Naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian yang ditulis tahun 1518 M, menyebutkan bahwa :  “hayang nyaho disakweh ning carita ma, geus ma: Darmajati, Sanghyang Bayu, Jayasena, Sedamana, Pu Jayakerma, Ramayana, Adiparwa, Korawasrama, Bimasora, Ranggalawe, Boma, Sumana, Kala Purbaka, Jarini, Tantri; sing sawatek carita ma memen tanya. Jika ingin tahu semua cerita, seperti: Darmajati, Sanghyang Bayu, Jayasena, Sedamana, Pu Jayakerma, Ramayana, Adiparwa, Korawasrama, Bimasora, Ranggalawe, Boma, Sumana, Kala Purbaka, Jarini, Tantri; ya segala macam cerita, tanyalah dalang”.
Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Sunda mengenal kesenian wayang sudah cukup lama, seperti terbukti dengan disebutkannya beberapa judul cerita di atas.

Pada tahun 1583, Sunan Kudus membuat wayang golek, maksudnya dapat ditonton pada siang hari (Sopandi, 1984:69). Hasil ciptaan inilah dikemudian hari berkembang di Jawa Barat. Daerah yang pertama dimasuki adalah Cirebon, bahasa yang digunakannya pun masih bahasa Jawa.
Tema yang selalu ditampilkan adalah mengenai kisah-kisah Wong Agung Menak yang mempunyai nama-nama seperti Amir, Amir Mukminin, Jayadimurti, Jayengjurit, Jayenglaga, Jayengsatru, dll. Wayang tersebut dikenal dengan nama Wayang Cepak.
Pada Tahun 1808-1811 setelah ada jalan pos yang dibangun Daendels, wayang golek mulai masuk ke Priangan (Sopandi, 1984:70). Bahasa yang dipakai sudah Bahasa Sunda, sehingga pada waktu itu mulai banyak dalang dan masyarakat yang menggemari wayang golek.
Setelah Perang Dunia II di Jawa Barat ada wayang modern yang diciptakan oleh R.U. Partasuwanda. Perkembangannya dimulai pada jaman Jepang. Ketika itu orang sangat sulit untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek karena pemerintah Jepang membuat larangan agar tidak ada pesta yang melewati pukul 24.00 sedangkan pertunjukan wayang golek memerlukan waktu yang cukup panjang.
Banyak masyarakat yang mengajukan permintaan pada pemerintah Jepang agar wayang golek disiarkan melalui radio dan akhirnya jawatan radio Jepang menerima permintaan tersebut. Dalang pertama yang menyanggupi mengisi acara tersebut adalah R.U. Partasuwanda, tetapi waktu pertunjukannya pun hanya 3 jam. Dalam keadaan seperti itu, R.U. Partasuwanda mencoba membuat wayang golek yang bisa dipentaskan selama 3 jam. Dengan diilhami oleh pertunjukan sandiwara, ia menciptakan wayang model baru yang kemudian dikenal dengan wayang modern.
Dari dalang generasi R.U. Partasuwanda sampai pada tahun 1980-an Wayang golek mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama pada tahun 1980-an setelah hadirnya dalang (alm) H. Ade Kosasih Sunarya dan H. Asep Sunandar Sunarya.
Wayang golek mulai mendapat tempat di masyarakat hal ini dikarenakan kreatifitas mereka untuk bisa menarik massa. Eksistensi kedua dalang tersebut sampai saat ini masih mempengaruhi perkembangan wayang golek di Jawa Barat karena keduanya selalu beradaptasi terhadap apresiasi masyarakat.

LANGKAH-LANGKAH MERESENSI BUKU

Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda gunakan untuk membuat resensi sebuah buku.
1. Melakukan penjajakan atau pengenalan buku yang diresensi, meliputi:
·  Tema buku yang diresensi, serta deskripsi buku.
·  Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.
·  Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu.
·  Penggolongan / bidang kajian buku itu: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya.
2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan.
4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini:
·  Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.
·  Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisanya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya.
·  Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya, terutama untuk buku-buku ilmiah.
·  Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya (apakah ada banyak salah cetak).
Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita ketika menulis.
6. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.
Bahan dikutip dari sumber:
Judul Buku : Dasar-dasar Meresensi Buku
Penulis : DR. A.M. Slamet Soewandi
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta Tahun : 1997
Halaman : 6 - 7